Minggu, 06 Juni 2010

Materi TIK PAI 8 Semester 6

STRATEGI PERENCANAAN TIK DALAM PENDIDIKAN

Pitriyani (PAI 8)

A. Pengertian

1. Strategi

Istilah strategi berasal dari kata benda strategos, merupakan gabungan dari kata stratos (militer), dengan ago (memimpin). Pada awalnya, strategi berarti kegiatan memimpin militer dalam menjalankan tugas-tugasnya dilapangan. Kemudian konsep strategi diterapkan pula dalam bidang manajemen, dunia usaha, pengadilan, dan pendidikan. Hard, Langley dan Rose dalam sudjana (1986) mengemukakan “Strategi is perceived as plan or a set of explisit intention preceeding an controling actions” (strategi dipahami sebagai rencana atau kehendak yang mendahului dan mengendalikan kegiatan).[1] Strategi merupakan rencana umum/pokok untuk mencapai tujuan organisasi melalui alternatif pemilihan tindakan yang diperlukan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Perencanaan

Perencanaan berasal dari kata rencana yaitu pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, proses suatu perencanaan harus dimulai dari penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisis kebutuhan serta dokumen yang lengkap, kemudian menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.[2]

3. Teknologi

Menurut Djoyohadikusumo (1994 : 222) teknologi, berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Teknologi adalah rekayasa manusia untuk memecahkan masalah dalam kehidupan dengan efektif dan efisien.[3]

4. Informasi

Informasi sering disebut pesan (message), yang mengandung arti informasi yang datang dari pengirim pesan yang ditunjukkan kepada penerima pesan. Sementara itu Gordon B. Davis menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu dan saat mendatang.[4]

5. Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dan penerimaan pesan. Sedangkan menurut Harold Lasswell (1960) Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa?. [5]

C. Strategi Perencanaan TIK Dalam Pendidikan

Keberhasilan implementasi TIK ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya diperlukan strategi perencanaan implementasi dengan memperhatikan berbagai macam aspek, seperti out come, pembiayaan, pihak yang bertanggung jawab, sumber yang dibutuhkan dan aspek evaluasi. Perencanaan perlu dilakukan dengan baik dengan mengakomodasi berbagai sumber seperti tujuan (goals), manusia, fasilitas, masyarakat, kebutuhan berbagai pihak, kemampuan yang dimiliki oleh sekolah dan daya dukung pihak-pihak luar.

Pentingnya perencanaan diungkapkan Bracewell. R (1999), bahwa strategi perencanaan TIK disekolah memerlukan strategi khusus dengan mengidentifikasi beberapa faktor penting seperti keluaran (out comes) yang berisi tentang apa yang nanti diharapkan tercapai dengan menerapkan TIK di sekolah dan keluaran yang berupa profil sumber daya yang menguasai TIK. Setelah itu strategi pencapaian dari keluaran ditentukan meliputi waktu yang dibutuhkan (berupa target pencapaian baik jangka pendek dan jangka panjang), menentukan pihak yang bertanggung jawab (dalam hal ini menentukan tim khusus), dan menentukan pembiayaan TIK meliputi pengelolaan dan sumber pembiayaan. Sumber-sumber ini diperlukan untuk keberlangsungan TIK, diantaranya untuk pengadaan fasilitas insentif penyelenggara dan pengelola, pemeliharaan (maintenance), menyelenggarakan event-event publishing produk TIK sebagai sosialisasi hasil kepada pihak luar baik sekolah lain, pemakai, maupun masyarakat luas.

D. Komponen Strategi Perencanaan TIK

Perencanaan TIK membutuhkan komponen-komponen strategi yang meliputi pengajar, waktu, prinsip-prinsip perencanaan, manajemen, proyek, integrasi dengan kurikulum, pembelajaran yang profesional, aspek pembiayaan dan evaluasi

1. Prinsip-prinsip perencanaan

Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan tujuan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (Planning Study). Prinsip-prinsip perencanaan adalah :

a. Perencanaan hendaknya mempunyai dasar nilai yang jelas dan mantap. Nilai yang menjadi dasar bisa berupa nilai budaya, nilai moral, nilai religius, maupun gabungan dari ketiganya. Acuan nilai yang jelas dan mantap akan memberikan motivasi yang kuat untuk menghasilkan rencana yang sebaik baiknya

b. Perencanaan hendaknya berangkat dari tujuan umum. Tujuan umum itu dirinci menjadi khusus, kemudian bila masih bisa dirinci menjadi tujuan khusus, itu dirinci menjadi lebih rinci lagi. Adanya rumusan tujuan umum dan tujuan tujuan khusus yang terinci akan menyebabkan berbagai unsur dalam perencanaan memiliki relevansi yang tinggi dengan tujuan yang akan dicapai.

c. Perencanaan hendaknya realistis. Perencanaan hendaknya disesuaikan dengan Sumber daya dan dana yang tersedia. Dalam hal sumber daya, hendaknya dipertimbangkan kuantitas maupun kualitas manusia dan perangkat penunjangnya. Perencanaan sebaiknya tidak mengacu pada sumber daya dan yang diperkirakan akan dapat disediakan, melainkan pada sumber daya dan dana yang nyata nyata ada.

d. Perencanaan hendaknya mempertimbangkan kondisi sosio budaya masyarakat, baik yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan rencana nanti. Kondisi sosio budaya tersebut misalnya sistem nilai, adat istiadat, keyakinan, serta cita cita. Terhadap kondisi sosio budaya ymg mendukung pelaksanaan rencana, hendaknya telah direncanakan cara memanfaatkan secara maksimal faktor pendukung itu. Sedangkan terhadap kondisi sosio budaya yang menghambat, hendaknyta telah direncanakan cara untuk mengantisipasinya dan menekannya menjadi sekecil-kecilnya.

e. Perencanaan hendaknya fleksibel. Meskipun berbagai hal yang terkait dengan pelaksanaan rencana telah dipertimbangkan sebaik-baiknya, masih mungkin terjadi hal-hal di luar perhitungan perencana ketika rancana itu dilaksanakan. Oleh karena itu, dalam membuat perencanaan, hendaknya disediakan ruang gerak bagi kemungkinan penyimpangan dari rencana sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang terjadi di luar perhitungan perencana.

  1. Manajemen

Manajemen menurut George R, Terry merupakan proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), pengarahan (Directing)dan pengendalian (Controling), yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.[6]

Perencanaan merupakan fungsi pertama yang fundamental dalam proses manajemen. Lancarnya fungsi-fungsi lainnya banyak bergantung pada perencanaan. Perencanaan bukan saja diperlukan untuk memulai pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya, seperti penggorganisasian, pengarahan, pengendalian dan lain-lain, tetapi juga diperlukan bagi setiap fungsi tersebut.

Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen POLC :[7]

  1. Fungsi Perencanaan (Planning)

Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

  1. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

  1. Fungsi Pengarahan (Directing)

Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

  1. Fungsi Pengendalian (Controling)

Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

  1. Proyek

Proyek adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang dinyatakan dengan jelas dalam periode waktu dan anggaran yang telah ditentukan. Jadi proyek adalah kegiatan sementara yang membutuhkan sumber daya, mengeluarkan biaya dan menghasilkan sesuatu dalam jangka waktu tertentu, untuk mencapai tujuan yang spesifik. Proyek bisa mempunyai bentuk, ukuran, jangka waktu, dan kompleksitas yang bervariasi.

Proyek TIK biasanya dilakukan untuk mengatasi kesenjangan sistem yang berakibat pada proses pendidikan yang tidak efektif dan tidak efisien. Proyek TIK memerlukan proses dan metodologi yang didukung oleh TIK. Proyek juga dapat menentukan bagaimana mencapai hasil/keluaran proyek dan menentukan kebutuhan, seperti orang, sumber daya (peralatan)

  1. Waktu

Waktu adalah durasi dan waktu perkiraan penyelesaian pekerjaan. Pengaturan waktu digunakan untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diselesaikan agar sebuah pekerjaan dapat dinyatakan selesai sepenuhnya.

Strategi pencapaian untuk mencapai harapan tercapainya TIK di sekolah dan profil sumber daya yang menguasai TIK meliputi waktu yang dibutuhkan berupa target pencapaian baik jangka pendek (Jangka waktu 1 tahun atau kurang) dan jangka panjang (Jangka waktu 5 tahun atau lebih).

  1. Pengajar

Seorang pengajar bertanggung jawab terhadap pelajaran-pelajaran yang berbeda dengan mengkonsentrasikan pada pengembangan keterampilan-keterampilan TIK dan transmisi pengetahuan.

Pengajar perlu mengembangkan melek TIK mereka, mempelajari bagaimana menerapkan TIK kepada sekumpulan tugas personal dan profesional. Penekanannya adalah pada pelatihan dalam serangkaian alat-alat dan aplikasi-aplikasi, dan meningkatkan kesadaran mereka tentang peluang-peluang menerapkan TIK kepada pengajaran mereka dimasa datang.[8]

  1. Integrasi dengan Kurikulum

Integrasi adalah koordinasi rencana untuk menyusun dokumen yang konsisten dan koheren. Dalam hal ini TIK terkait dengan kurikulum terutama sebagai dasar dalam perumusan tujuan pemenuhan bahan pembelajaran, strategi pembelajaran dan evaluasi. TIK pada dasarnya sebagai alat untuk membantu (support) pencapaian target kurikulum. Dalam hal ini TIK berfungsi sebagai tambahan (suplement), pelengkap (complement), pengayaan (enrichment), dan pengganti (substitution) sistem pembelajaran tradisional sebagaimana digariskan dalam kurikulum

  1. Pembelajaran yang professional

TIK menuntut pola pembelajaran modern, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga pembelajaran ini lebih mengaktifkan peserta didik, dan terpusat pada kebutuhan, minat (Learning by interest), bakat dan kemampuan peserta didik dan menggunakan berbagai learning resources, sehingga pembelajaran akan sangat bermakna (meaningful). Aspek-aspek tersebut merupakan pola dasar pembelajaran untuk diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis TIK.

  1. Aspek Pembiayaan

Hal ini menjadi fokus perencanaan yang mempertimbangkan : perolehan sumber pendanaan, pola pengelolaan dana yang diperoleh, responsibility, accountability, dan sustainability dana untuk kesinambungan dan keberlanjutan program TIK. Hal ini mengingat aplikasi TIK sarat dengan kebutuhan dana untuk pengadaan fasilitas, pengelolaan program, dan pemeliharaan fasilitas.

Dalam perencanaan aspek pendanaan diperlukan kejelasan sumber (clarity of budget resources) sehingga tidak menjadi permasalahan pada saat realisasi program.

  1. Evaluasi

Evaluasi mencakup penilaian terhadap keseluruhan terhadap sistem sekolah. Pengembangan terhadap satu aspek seharusnya juga menciptakan pengembangan terhadap aspek lainnya.

Evaluasi seharusnya memberikan kemungkinan bagi sebuah sistem untuk menentukan apakah hasil-hasilnya telah terpenuhi, dan kemudian meninjau dan merevisi berdasarkan hal itu. Alokasi-alokasi anggaran, kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur TIK seharusnya bersesuaian dengan visi, filsafat-filsafat pengajaran dan pilihan-pilihan kurikulum.[9]

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas, adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah :

  • Strategi merupakan rencana umum/pokok untuk mencapai tujuan organisasi melalui alternatif pemilihan tindakan yang diperlukan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Perencanaan yaitu pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
  • Strategi perencanaan TIK disekolah memerlukan strategi khusus dengan mengidentifikasi beberapa faktor penting seperti keluaran (out comes) yang berisi tentang apa yang nanti diharapkan tercapai dengan menerapkan TIK di sekolah dan keluaran yang berupa profil sumber daya yang menguasai TIK. Perencanaan ini dibutuhkan beberapa komponen yang mendukung.
  • Komponen-komponen strategi perencanaan TIK yang meliputi pengajar, waktu, prinsip-prinsip perencanaan, manajemen, proyek, integrasi dengan kurikulum, pembelajaran yang profesional, aspek pembiayaan dan evaluasi

  • Tim Manajemen Proyek – Anggota tim proyek yang terlibat dalam proyek langsung kegiatan manajemen proyek.
  • Sponsor - orang atau kelompok yang menyediakan sumber daya keuangan, baik berupa uang atau bukan untuk proyek.

  • Influencer - orang atau kelompok yang, meski tidak terkait langsung pada pengadaan atau penggunaan keluaran proyek, namun dapat secara positif atau negatif memengaruhi jalannya proyek karena posisi mereka di organisasi atau di masyarakat.

  • Project end-user - dalam konsep rekayasa perangkat lunak adalah abstraksi kelompok orang (target pengguna atau pengguna yang diharapkan) yang pada akhirnya lunak mengoperasikan sebuah perangkat lunak. Mereka dapat juga disebut ‘pembeli’ atau ‘pemilik’ dari produk.

  • Champion proyek – penasihat proyek atau orang yang akan mendukung proyek sepanjang jalan.

PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN

Pertemuan 9 oleh: Mihzam Farid Ali Usman

Peluncuran WWW (world Wide Web) pada 1990-an telah membuka babak baru dalan perkembangan internet yang sudah ada sejak 1950-an. Sejak saat itu tulang punggung utama internet tulang punggung utama internet sedah berpindah dari DARPA dan badan penelitian ke perusahaan swasta di Amerika Serikat. Hanya setelah digunakan untuk untuk transaksi bisnis dan komersil, potensi internet menjadi semakin jelas. Dengan demikian, internet tidak lagi merupakan a sleeping giant.

Pengartian Internet

Internet adalah singkatan dari Interconnected Network. Secara umum Internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan berbagai mesin komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Mesin komputer tersebut dapat berupa server, PC, handphone, PDA, dan lain-lain.

Prinsip Kerja Internet

Bagaimana sebuah mesin komputer dapat terhubung ke internet?

Anda tentu masih ingat tentang jaringan komputer. Ya, sebuah komputer dapat terhubung dengan komputer lain dalam sebuah jaringan, yang disebut network. Jaringan computer juga dapat saling terhubung membentuk sebuah jaringan yang kompleks yang disebut sebagai internet. Mereka terhubung baik melalui kabel, saluran telepon, serat optik, satelit, frekuensi saluran handphone, serta media apa saja yang mungkin dialiri data.

Fungsi Internet

Menurut kenji kitao, setidaknya ada enam fungsi internet yang dapat di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari (kitao, 1998), yaitu fungsi sebagi alat komunikasi, sebagi alat mengakses informasi, fungsi pendidikan dan pembelajaran, serta fungsi tambahan, fungsi pelengkapan dan funsi pengganti.

Hal-hal yang bisa di lakukan internet dalam pembelajaran di antaranya: Bowsing, cetting, jadi sumber belajar dan Searching.

TIK DAN SUMBER BELAJAR

Pertemuan 7 oleh: Riena k. purnamasari

Pengertian TIK

TIK Ialah Kebutuhan manusia di dalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Bagaimana implikasinya agar dapat menguntungkan secara individual dan masyarakat secara keseluruhan tidak didifinisikan secara lebih khusus.

Pengertian Sumber Belajar.

Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan dan diperlukan untuk membantu pengajar maupun peserta didik dalam proses pembelajaran, yang berupa buku teks, media cetak, media elektronik, nara sumber, lingkungan alam sekitar dan sebagainya.

Fungsi Sumber Belajar

Mengajar bukanlah menyelesaikan penyajian suatu buku, melainkan membantu peserta didik mencapai kompetensi. Karena itu hendaknya pengajar menggunakan sebanyak mungkin sumber bahan pelajaran, karena sumber belajar memiliki beberapa fungsi yaitu:

1. pengembangan bahan ajar secara ilmiah dan objektif

2. membantu pengajar dalam mengefisienkan waktu pembelajaran dan menghasilkan pembelajaran yang efektif

3. mendukung terlsaksananya program pembelajaran yang sistematis

4. meringankan tugas pengajar dalam menyajikan informasi atau materi pembelajaran, sehingga pengajar dapat lebih banyak memberikan dorongan dan motivasi belajar kepada peserta didik.

5. Meningkatkan keberhasilan pembelajaran, karena peserta didik dapat belajar lebih cepat dan menunjang penguasaan materi pembelajaran.

6. Mempermudah peserta didik untuk mendapatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga peran pengajar tidak dominan dan menciptakan kondisi atau lingkungan belajar yang memungkinkan siswa belajar.

7. Peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, dan minatnya,

8. Memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih luas tidak terbatas ruang, waktu, dan keterbatasan indera.

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada disekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Sumber belajar yang diperuntukan dalam mempelajari, dan mengajarkan tentang TIK pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi sumber belajar dalam bentuk lingkungan, manusia atau orang, bahan dan alat serta teknik. Namun demikian tidak selamanya hal itu terlepas sendiri-sendiri, namun adakalanya dalam proses pembelajaran semua bisa saja terintegarasi dan disampaikan dalam sebuah pembelajaran sehingga menjadi satu kesatuan sumber belajar TIK. Yang termasuk Sumber Belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah Digital Library (DL), komputer, dan media yang berbasis TIK, dan lain lain.Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran sesungguhnya dapat berlangsung dari dalam keluarga, karena komputer untuk sebagaian orang pada jaman sekarang sudah bagian kebutuhan dari suatu keluarga.

HAKIKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI SERTA PERKEMBANGANNYA

DALAM PENDIDIKAN

Endang Sahlan Permana

Teknologi Informasi

Pengertian Teknologi Informasi

Dalam memberikan pengertian para ahli memiliki redaksi yang berbeda-beda akan tetapi secara subtansi masih bisa dikatan sama. Seperti yang dikemukakan oleh Everett MR (1986) yang mengatakan bahwa teknologi informasi merupakan perangkat keras yang bersifat organisatoris dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau banyak orang mengumpulkan, memproses dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain.

Lingkup Teknologi Informasi

Secara umum teknologi informasi selalu berkaitan dengan dua aspek yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras (hardware) menyangkut pada peralatan-peralatan bersifat fisik, seperti: memory, monitor, keyboard, CPU, mouse, dan lain-lain. Sedangkan perangkat lunak (software) terkait dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras agar bekerja sesuai dengan tujuan instruksi tersebut.[10]

Teknologi informasi terdiri atas enam bagian yaitu:

Teknologi masukan (input technology)

Teknologi keluaran (output technology)

Teknologi penyimpan (storage technology)

Teknologi komunikasi ( communication technology)

Mesin pemproses (processing machine) atau CPU

perbedaan teknologi komunikasi dan teknologi informasi :

Teknologi informasi adalah pemrosesan, pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi.

Teknologi komunikasi merupakan alat yang menambah kemampuan orang berkomunikasi. Dalam International Communication Association (Ikatan Sarjana Komunikasi Internasional).

Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan.

Secara sederhana "teknologi informasi" dapat dikatakan sebagai ilmu yang diperlukan untuk mengolah informasi agar informasi tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat. Isi dari ilmu tersebut dapat berupa prosedur, cara-cara dan teknik-teknik untuk menumpulkan, menyimpan, mengolah atau menelusuri informasi secara efisien dan efektif. Dengan kata lain teknologi informasi adalah serangkaian tahapan penanganan informasi, yang meliputi penciptaan informasi, pemeliharaan saluran informasi, seleksi dan transmisi informasi, penerimaan informasi secara selektif, penyimpanan dan penelusuran informasi, dan penggunaan informasi.

Selanjutnya dari perkuliahan diperoleh suatu kesimpulan bahwa hakikat dari teknologi adalah rekayasa manusia dalam memecahkan masalah. Adapun benda-benda hasil rekayasa manusia disebut produk teknologi seperti: barang-barang elektronik, automotif, dll. Lebih jauh lagi yang disebut teknologi modern adalah kemampuan dari daya pikir kita untuk memecahkan masalah dengan cepat dan tepat selalu mengikuti perkembangan jaman.[]

HIPERTEKS DALAM PEMBELAJARAN

Pertemuan 11 oleh: Hendra Mulyana (PAI 8)

Hiperteks menurut pengertian Nelson (Blanchard, 1990) adalah menyampaikan informasi dengan cara yang tidak berurutan dan tidak tradisional. Melalui hiperteks, pengguna bisa mencari informasi yang di perlukan dan mengkuti apa yang di kehendakinya tanpa mengikuti urutan tertentu. Pengguna bisa terus maju kepada suatu bidang atau masalah yang akan di kehendakinya.

Menurut Conklin (Conklin 1987), pembuatan hiperteks mudah, tampilan yang ada dalam skrin computer berkaitan dengan pangkalan data dan link yang di sediakan antara objek (node) bersimbol dalam grafik dan berdasarkan petunjuk dalam pangkalan data.

Peranan hiperteks dalam perkembangan teknologi informasi sangat besar karena konsep hiperteks memberikan kemudahan kepada peembangunan sumber informasi dalam menciptakan struktur informasi secara acak. Fakta penting yang tersirat dalam sejumlah dokumen panjang yang disusun secara beraturan memberikan kesukaran kepada pengguna dalam pencarian informasi sehingga dapat menimbulkan rasa jenuh dan sulit untuk melacak informasi secara mudah dan tepat. Oleh karena itu kehadiran hiperteks menjadi suatu kebutuhan dasar dalam menyebarkan dan mengembangkan informasi. Kajian ini adalah salah satu upaya untuk menciptakan dan membangun sumber informasi berdasarkan konsep hiperteks.

Konsep hiperteks dapat membantu menyelesaikan masalah pemprosesan informasi yang sesuai dengan jalannya pikiran. Hiperteks tidak terbatas dalam pemprosesan secara beraturan dalam arti pemprosesan informasi berdasarkan langkah demi langkah. Namun, hiperteks menghantar pikiran manusia dalam pemprosesan secara global atau acak, sehingga dalam waktu yang sama pikiran manusia dapat memproses bermacam-macam ide.

E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN

Pertemuan 10 oleh Hassan bashri

Definisi E-learning

E-learning (pembelajaran Elektonik) dapat didefenisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajaran (peserta didik) dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur, perpustakaan) yang secara fisik terpisahatau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara langsung atau tidak langsung.

Fungsi E-learning

Menurut siahaah Ada 3 fungsi pembelajaran E-learning terhadap kegiatan pembelajaran yaitu: Suplemen (tambahan), komplemen (pelengkap) dan substitusi (pengganti).

Aplikasi TIK untuk E-learning

Menurut Munir, Sumber pembelajaran berbasis TIK ini dapat terakses oleh masyarakat banyak dan memberikan nilai yang berarti. Aplikasi TIK untuk e-learning dapat berupa situs pembelajaran, e-mail dan silabus on-line.

MANAJEMEN KELAS BERBASIS TIK

Pertemuan 6 oleh leli

A. Pengertian

  1. manajemen adalah ilmu yang mempelajari dan meneliti upaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan secara efektif dan efisien dengan bantuan sejumlah sumber.
  2. Kelas, adalah tempat yang dihuni oleh sejumlah siswa dan guru dalam waktu yang sama untuk proses belajar.
  3. Teknologi informasi dan komunikasi, adalah rekayasa manusia untuk memecahkan masalah secara efektif dan efisien

Jadi yang dimaksud dengan manajemen kelas berbasis teknologi informasi dan komunikasi adalah upaya manusia untuk merencanakan pembelajaran melalui rekayasa manusia untuk merencanakan pembelajaran melalui rekayasa manusia untuk memecahkan masalah secara efektif dan efisien.

B. Konsep pengelolaan kelas

Sebuah kelas bukan sekedar ruang fisik tempat proses belajar mengajar dilaksanakan namun juga didalamnya terdapat peserta didik, pengajar, dan interaksi antara peserta diidk dan pengajar, (Bennete, Neville, dan McNamara, 1979), sedangkan Oldcom (1988)menyatakan bahwa pengelolaan dimaksudkan untuk menjadikan sesuatu itu berjalan lancar sehingga dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Sebagaimana telah digariskan dalam kurikulum bahwa TIK menuntut pembelajaran modern dan menggantikan pembelajaran tradisional. Dimana konsep kelas yang bersifat tradisional dibatasai oleh ruang dan waktu, maka dengan berkembangnya TIK yang dapat menghantarkan dunia maya menjadi dunia nyata berada dihadapan kita membuat konsep kelas menjadi tidak dibatasi ruang dan waktu.

MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN

Pertemuan 12 oleh karia

A. Pengertian Multimedia dalam Pembelajaran

Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (bahasa latin) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991), juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi (Rachmat dan Alphone,2005:1)

Beberapa pengertian multimedia menurut para ahli sebagai berikut:

  1. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara musik), animasi, video teks, grafik dan gambar (Turban dan kawan-kawan)
  2. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda 2001).
  3. Multimedia adalah pemanfaatan computer untuk membuat dan menggambungkan teks, grafik audio, video dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi (Hofstetter 2001)
  4. Multimedia sebagai perpaduan antara teks-teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada public (Wahono, 2007:2)
  5. Multimedia adalah suatu system computer yang terdiri dari hardware, dan software yang memberikan kemudahan untuk menggabungkan gambar, video, fotografi, grafik dan animasi dengan suara teks dan data yang dikendalikan dengan program komputer.

B. Karakteristik Multimedia

Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi, dan juga evaluasi pembelajaran. Karakteristik multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan audio dan visual
  2. bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.
  3. Bersifat mandiri, dalam pengerrtian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.

C. Format Multimedia Pembelajaran.

Format sajian multimedia pembelajaran dapat dikategorikan kedalam lima kelompok sebagai berikut:

  1. 1. Tutorial

Format sajian ini merupakan multimedia pembelajaran yang dalam penyampaian materi dialakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh guru dan instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disajukan dengan teks, gambar, baik diam atau bergerak dan grafik.

  1. 2. Drill dan practice

Format ini dimaksudkan untuk melatih pengguna sehingga memiliki kemahiran dalam suatu keterampilan atau mempertkuat penguasaan auatu konsep. Program menyediakan serangkaian soal pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan maka soal atau pertanyaan yang tampil selalu berbeda.

  1. 3. Percobaan atau Eksperimen

Format ini mirip dengan format simulasi, namun lebih ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen, seperti kegiatan praktikum dilaboratorium IPA, Biologi atau Kimia. Program menyediakan serangkaian peralatan dan bahan, pengguna bisa melakukan percobaan atau eksperimen sesuai petunjuk dan kemudian mengembangkan eksperimen-eksperimen lain berdasarkan petunjuk tersebut.

  1. 4. Permainan

Permainan yang disajikan disini tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia berformat ini diharapkan terjadi aktifitas belajar sambil bermain.

D. Keistimewaan Multimedia

  1. Multimedia menyediakan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan balik
  2. Multimedia memberikan kebebasan kepada pelajar dalam menentukan topik proses pembelajaran.
  3. Multimedia memberikan kemudahan control yang sistematis dalam proses pembelajaran

ETIKA PENGGUNAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN

Pertemuan 13 oleh aep saepudin

A. Pengertian Etika Dalam penggunaan TIK

Etika (ethic)bermakna sekumpulan azaz atau nilai yang berkenaan dengan akhlak , tata cara (adat ,sopan santun)mengenai benar salah tentang hak dan kewajiban yang di anut oleh suatu golongan atau masyarakat .TIK dalam kontek yang lebih luas ,merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin (computer dan telekomunikasi )dan teknik yang digumakan untuk menangkap ( mengumpulkan ), meyimpam, memanipulasi, menghantarkan dan menampilkan suatu bentuk informasi .komputer yang mengendalikan semua bentuk ide dan informasi memainkan peranan penting dalam pengumpulan , penrosesan , penyimpanan dan penyebaran informasi suara, gambar, teks dan angka yang berasaskan mikroelektronik .teknologi informasi bermakna menggabungkan bidang teknologi seperti computer ,telekomunikasi dan elektronik dan bidang informasi seperti data , fakta dan proses .

Dengan demikian, etika TIK dapat di simpulkan sebagai sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan ahklak , tata cara ( adat,sopan santun )nilai mengenai benar dan salah, hak dan kewajiban tentang TIK yang di anut oleh suatu golongan atau masyarakat dalam pendidikan . untuk menerapkan etika TIK, di perlukan terlebih dahulu mengenal dan memaknai prinsip yang terkandung di dalam TIK di antaranya adalah :

1.tujuan teknologi informasi :memberikan kepada manusi untuk menyelesaikan masalah , menghasilkan kreatifitas , membuat manusia lebih berkaria jika tanpa menggunakan teknologi informasi dan aktivitasnya.

2.Prinsip High –tech – high – touch :jangan memiliki ketergantungan terhadap teknologi tercanggih tetapi lebih penting adalah meninggkatkan kemampuan aspek “high touch “ yaitu “manusia” .

3.Sesuaikan tenologi informasi terhadap manusia : seharusnya teknologi informasi dapat mendukung segala aktivitas manusia yang harus menyesuaikan teknologi informasi .

B. Etika dalam penggunaan TIK

Dalam beberapa aspek , TIK ada kaitan erat dengan etika profesi, keterhubungan tersebut terutama dalam memahami dan menghormati budaya kerja yang ada, memahami profesi dan jabatan, memahami peraturan perusahaan dan organisasi , dan memhami hukum . Etika profesi yang juga harus di pahami adalah kode etik dalam bidang TIK , di manapun pengguna harus mampu memilih sebuah program ataupun software yang akan mereka gunakan apakh legal atau illegal, karena program atau sisten operasi apapun di gunakan selalu ada aturan penggunaan atau license agreement .

Terkait dengan bidang hukum , maka pengguna harus mengetahui undang – undang yang membahas tentang HAKI ( hak atas kekayaan intelektual )dan pasl – pasal yang membahas hal tersebut.Hukum Hakcipta Bertujuan melindungi hak pembuat dalm menistribusikan , menjual , atau membuat turunan dari karya tersebut . pelindungan yang di dapatkan oleh pembuat ( author ) pelindongan terhadap penjiplakan ( plagiat) oleh orang lain .hak cipta sering di asosiasikan sebagai jual beli lisensi , namu distribusi hak cipta tersebut tidak hanya dalam konteks jual beli , sebab bisa saja seorang pembuat karya membuat pernyataan bahwa hasil karyanya bebas si pakai dan di distribusikan dan redistribusi mengacu pada aturan open source.

C.Etika TIK dalam pendidikan

Dunia pendidikan tidak terlepas dari imbasnya etika dalam penggunaaan TIk arena dalam dunia pendidikan sebagai lembaga kedua terbesar dalam penggunaan aplikasiTIK sesudah dunia bisnis dan hiburan. Oleh karena itu dalam buku ini akan dikemuakakan beberapa isu dalam etika penggunaan TIK dalam dunia pendidikan, yaitu:

Isu pertama: Dunia pendidikan sebagai sumber etika dan penjaga moral

Isu pokok etika dan moral dalam dunia pendidikan dititik beratkan karena fungsi dan tujuan pendidikan adalah untuk mengantarkan manusia menuju peradaban yang lebih baik dan maju. Peradaban informasi yang sekarang begitu esat memerlukan sentuhan etika dan moral karena penyalahguanaan teknologi informasi akan mengakibatkan kerugian yang besar bahkan lebih besar dibandingkan kerugian materi. Dunia pendidikan harus member contoh yang baik dalam mendidik dan mensosialisasikan penggunaan hukum dan aturan yang telah ditetapkan serta menghormati HAKI.

Dalam menghadapi akses informasi tantangn yang dihadapi dunia pendidikan perlu pandai menyaring (memfilter) agar mampu menjamin dan memdapatkan informasi yan berkualitas. Ada sebuah pemikiran bahwa sebuah penanggulangan dalam isu ini bahwa dunia pendidikan harus mengemas suatu etika dan moral dalam pembelajaran atau mata kuliah TIK. Bagaimana kurikulum dikembangkan agar pelajar atau mahasiswa dapat menyadari bahwa penggunaan TIK dapat memiliki etika danmoral sehingga tidak terjadi penyalahgunaan TIK.

Isu kedua: Sumber daya manusia

Dunia pendidikan harus mampu melahirkan SDM yang memiliki kualitas berestetika professional dan malmiliki kemampuan yang handal dalam era informasi ini. Dalam bebebrapa seminar, kreteria SDM TIK adalah mempunyai kemahiran dalam merekayasa software: membangun menggunakan , menilai dan melaksanakan sisitem informasi atau dengan kata l.ain harusmemiliki kemapuan Hard Skill (penguasaan bahasa pemrograman penguasaan data bes/DBMS atau midlware dan pengetahuan jaringan) dan softskill (kepemimpinan atau, garis komunikasi metodologi pengembangan sisten dan kerjasama team).Isu ketiga: Desain dan konten. Dengan kemajuan TIK kita dapat menikmati informasi dengan cepat dan mudah. Desain dan konten dapat mempengaruhi pandangan kita dalam berbagai aktifitas. Oleh karena itu, desain dan konten informasi harus benar-benar diperhatikan sebab pengguna TIK sangat beragam dilihat dari usia, ras, jenis kelamin, agama, budaya dan lainnya.

KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Pertemuan 4 oleh lisna

1. Pengertian kurikulum.

Menurut Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu .

2. Pengertian Teknologi Pendidikan

Kata Teknologi sering kali oleh masyarakat sebagai alat elektonik. Tapi oleh ilmuawan dan ahli filsafat ilmu pengetahuan diartikan sebagai pekerjaan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Jadi teknologi lebih mengacu pada usaha untuk memecahkan masalah manusia. Menurut YP Simon (1983), teknologi adalah suatu disiplin rasional yang dirancang untuk meyakinkan penguasaan dan aplikasi ilmiah. Teknologi tidak perlu menyiratkan penggunaan mesin, akan tetapi lebih banyak penggunaan unsure berfikir dan menggunakan pengetahuan ilmiah.

Sedangkan Teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia/pendidikan. Menurut Mackenzie, dkk (1976), Teknologi Pendidikan yaitu suatu usaha untuk mengembangkan alat untuk mencapai atau menemukan solusi permasalahan. Jadi Teknologi Pendidikan adalah segala usaha untuk memecahkan masalah pendidikan. Lebih detail dapat diuraikan bahwa:

  1. Teknologi Pendidikan lebih dari perangkat keras. Ia terdiri dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar.
  2. Teknologi terdiri dari segala teknik atau metode yang dapat dipercaya untuk melibatkan pelajar.
  3. Belajar teknologi dapat dilingkungan manapun yang melibatkan siswa belajar secara aktif, konstruktif, autentik dan kooperatif serta bertujuan.

3. Macam-macam Teknologi Pendidikan

Macam-macam Teknologi Pendidikan dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah revolusi metode, kurikulum yang inovatif, teknologi serta SDM yang kritis untuk bisa menghasilkan daya cipta dan hasil sekolah sebagai bentuk perubahan pendidikan. Sekolah harus mempunyai orientasi bisnis pelanggan yang mempunyai daya saing global. Ada lima macam teknologi pendidikan tersebut, yaitu,

  1. Sistim berfikir. Sistim berfikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode di dunia pendidikan.
  2. Desain sistem. Desain sistem adalah teknologi merancang dan membangun sistem yang baru.
  3. Kualitas Pengetahuan. Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi yang memproduksi suatu produk atau jasa /layanan yang sesuai harapan dan pelanggan.
  4. Manajemen perubahan. Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk memandu energy kraeatif kearah perubahan positif.
  5. Teknologi Pembelajaran. Disini ada dua bagian yaitu peralatan pelajar elektronik (Komputer, multimedia, Internet, telekomunikasi), dan pembelajaran yang didesain, metode dan strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif.



[1] Dr Achmad Jutika Nurihsan, Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling, (Bandung : PT Refika Aditama, 2007) hlm. 9

[2] Wina Sanjaya, M.Pd, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta : Kencana Prenada Group, 2008) hlm. 23-24

[3] Faridah alawiyah M.P.d, disampaikan dalam perkuliahan di STIT At-Taqwa

[4] Onong Uchana Effenndy, Prof. Sistem Informasi Manajemen. (Bandung : Mandar Maju, 1989)

[5] Organisasi.Org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia , Analisis pengertian komunikasi dan lima unsur komunikasi menurut Harold lasswel, 2007

[6] Onong Uchjana Effendy, Prof, Sistem Informasi Manajemen, (Bandung : PT Mandar Maju, 1989) hlm7

[7] Organisasi.Org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia, Fungsi Manajemen : Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Pengendalian - Belajar di Internet Ilmu Teori Ekonomi Manajemen, 2006

[8] Rusli, M.Soc.Sc, Teknologi Komunikasi dan Informasi Dalam Pendidikan, (Jakarta: Gaung Persada Pers , 2009) hlm 46

[9] Ibid. hlm 24

[10]Ibid, hal. 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut